Bantuan Sederhana untuk Anak Pedagang Buah Keliling

Di suatu Sabtu (12/6) sore yang cerah aku melihat seorang anak kecil membawa beberapa buah yang tersusun rapi di atas sebuah nampan yang dijunjung di kepalanya. Ternyata ia adalah seorang pedagang buah keliling yang selalu menjajakan buahnya di sekitar kawasan rumahku. Ia bernama Wayan Belog. Ia berasal dari salah satu kecamatan di Kabupaten Karangasem, Bali.

Nasibnya tak seberuntung nasibku yang masih dapat bersekolah. Ia tidak dapat bersekolah lagi karena orang tuanya menyuruhnya bekerja di Denpasar sebagai pedagang buah keliling. Ia tinggal di sebuah kos-kosan yang berada di tengah-tengah sawah di perkotaan tepatnya di kawasan Jalan Raya Kapal. Kira-kira tiga puluh menit dari terminal Ubung, Denpasar.

Ia tinggal bersama bos yang mengajaknya dari kampung halamannya. Aku merasa kasihan melihat dia seperti itu. Aku dan tetanggaku memberanikan diri untuk datang ke tempat tinggalnya. Sesampainya di sana aku terkejut karena bukan hanya Wayan yang tinggal di sana namun masih banyak lagi anak-anak yang tinggal di sana dan mempunyai pekerjaan yang sama yaitu menjadi pedagang buah keliling.

Lalu aku dan tetanggaku berinisiatif untuk memberikan bantuan kepada anak-anak kurang mampu yang berada di tempat itu. Aku bersama tetanggaku ikut dengan seorang dokter dan beberapa mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kami memberikan bantuan layanan kesehatan dan memberikan beberapa obat-obatan seperti, obat kutu, vitamin untuk balita, dan sejumlah salep gatal-gatal.

Bukan hanya keadaan yang memprihatinkan saja, namun  hampir sebagian besar anak-anak yang tinggal di sana tak mengenal huruf. Mereka tidak bisa membaca dan menulis. Sempat terlintas di benak kami untuk memberikan pendidikan sederhana kepada anak-anak itu, agar mereka  bisa membaca dan menulis.

Saat aku tanya kepada salah seorang anak apakah ia mau sekolah, ia menjawab tidak. Banyak anak di sana berpendapat sama dengan anak itu. Entah  kenapa beberapa di antara mereka malu untuk lanjut sekolah. Jika mereka tidak bersekolah bagaimana dengan masa depan mereka. Apakah mereka akan menjadi pedagang buah hingga mereka dewasa? Tentu tidak.

Aku dan teman-temanku berharap mereka  bisa mendapatkan kehidupan  yang lebih layak dari sekarang. Kalau diminta bantu ngajarin mereka baca tulis pasti aku mau membantu. Aku ingin mereka memiliki masa depan yang cerah untuk membangun negeri ini agar menjadi negeri yang lebih makmur.

Oleh: Mei Rismawati

Umur: 15 tahun

Kelas: X (tahun pelajaran 2010/2011)  SMK Negeri I Denpasar

Alamat rumah: Jl Subak Dalem Gang V No 9A Denpasar Utara 80115

2 Responses so far »

  1. 1

    a! said,

    komen ah. kasian sepi sekali blognya.😀


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: