Kisah Putri Mendapatkan Pemulung

(Teater sederhana ini dipentaskan NakNik pada pembukaan latiahan pengelolaan sampah yang dilatih oleh kakak2 dari PPLH Bali. Skenario ditulis oleh Om Anton. Latihannya singkat sekali lo, cuma dua hari. Tapi yang penting gayanya dong. haha…)

Narator:
Kerajaan Subak Carik sedang bersedih. Putri Jepun, putri tunggal raja tetangga kerajaan Subak Dalem itu baru saja patah hati. Dia putus pacaran dengan Pangeran Kenyem dari kerajaan Bedahulu. Setelah diwawancarai oleh wartawan infotainmen Subak TV, Putri Jepun mengaku dia putus karena Pangeran Kenyem ternyata selingkuh.

-Lagu Matta-

Narator: Saat ini di studio sudah ada Putri Jepun. Kita sekarang akan wawancara dengan Putri Jepun dan nanti kita telepon juga Pangeran Kenyem mengenai putusnya mereka.

Presenter: Putri Jepun, jadi benar Putri sudah putus cinta dengan Pangeran Kenyem?

Putri: Hiks. Hiks. (Menangis dan berkata dengan terbata-bata). Saya.. saya.. Hwaaaaa (Menangis lagi).

Presenter: Jadi benar Pangeran Kenyem selingkuh?

Putri Jepun:
Hiks. Hiks. Hwaaaaa.. (Menangis lagi). Dia, dia.. Hwaaa (Lagi-lagi menangis).

Presenter: Dia selingkuh dengan siapa, Putri?

Putri: Dengan, dengan bapaknya.. hwaaaa. Hwaaa.. (Nangis terus sambil guling-guling).

Presenter: (Sambil menenangkan putri yang guling-guling) Sudah-sudah. Boleh saja nangis. Tapi jangan guling-guling. Nanti dijadiin babi guling..

Putri: (Nangis) Hwaa. Hwaaa.. Apa kamu bilang? Kamu bilang aku babi guling. Awas kamu ya. Nanti aku bikin kamu jadi bantal guling..

Putri mengejar presenter muter-muter panggung..

Narator:
Putusnya Putri dengan Pangeran Kenyem pun tersebar di seluruh kerajaan. Rakyat di kerajaan Subak Carik, Subak Dalem, Subak Kenyem, Subak Goyang, dan semua subak pun bersedih. Wartawan Subak TV akan melaporkan langsung dari tengah hutan tentang bagaimana para monyet pun bersedih karena putusnya sang putri dengan pangeran Kenyem.

Wartawan di tengah hutan. Banyak monyet menggodanya.

Wartawan: Pemirsa, dapat Anda lihat bendera setengah tiang ada di mana-mana. Sepertinya seluruh monyet di tengah hutan ini sedang bersedih karena putusnya Putri Jepun dengan Pangeran Kenyem. Kita akan wawancara dengan kelian banjar bojog di sini.

Wartawan: Pak kelian, kenapa para monyet ini bersedih?

Monyet: Ak uk. Ak uk. (Sambil garuk-garuk badan).

Wartawan: Oh, begitu. Jadi semua sedih karena putri putus cinta lagi?

Monyet: Ak uk. Ak uk. (Sambil muter-muter goyang-goyang).

Monyet lain lalu ikut goyang-goyang mengerumuni wartawan. Mereka lalu ngelitikin wartawan.

Wartawan: waduh, saya tidak tahu kenapa ini pemirsa. Semua monyet tiba-tiba ngamuk dan mencubit-cubit saya. Kita kembali saja ke studio.

-Iklan-

Narator: Pemirsa, baru saja saya menerima telpon dari salah satu rakyat di Subak Dalem. Katanya raja Subak Carik sekarang sedang berada di sana untuk mencari pacar lagi untuk Putri Jepun.

Tukang baca pengumuman:
Woro-woro. Dengan ini diumumkan bahwa Raja Subak Carik sedang membuka lowongan bagi semua rakyat Subak Dalem untuk bersaing mendapatkan Putri Jepun.

Rakyat: Bagaimana caranya?

Tukang baca: Peserta akan disuruh bertanding sulap untuk merebut cintanya putri Jepun.

Rakyat: Di mana?

Tukang baca: Di halaman istana kerajaan Subak Carik.

Rakyat: Kapan?

Tukang baca: Besok.

Rakyat: Berapa bayarnya?

Narator: Gratis. Tis. Tis..

Rakyat: Horeeeee…

Narator: Esok harinya, halaman istana kerajaan Subak Carik pun penuh sesak oleh jutaan rakyat yang ingin melihat pertandingan merebut hati sang putri.

Juri: Baiklah rakyat semuanya. Mama Mia Show ini akan segera mulai. Sebelum itu, raja kerajaan Subak Kenyem akan menyampaikan sambutan. Silakan, Paduka Raja.

Raja: (Dengan kaca mata hitam kayak Ian Kasela) Baiklah rakyatku sekalian. Aku akan segera menyampaikan sambutan. Namun sebelum itu, perkenankan saya menyampaikan salam. Dererem dererem, dererem dererem, dererem dererem. (Nyanyi lagu raja).

Rakyat: We want more. We want more..

Raja: Sudah, sudah. Sekarang waktunya saya menyampaikan sambutan. Jadi sepeti kalian semua tahu, putriku Anak Agung Istri Made Jepunawati Soekenyem Putri sudah putus cinta dengan pangeran Kenyem. Padahal dia sudah semakin tua dan aku ingin segera dia menikah dengan pangeran pilihannya. Maka sekarang aku membuka lomba untuk merebut cinta putri saya. Terima kasih.

Juri: Demikian sambutan dari raja. Silakan disambit (dilemparin) batu rame-rame.. Selanjutnya peserta pertama akan segera mulai. Inilah dia peserta pertama, Pangeran Kuluk.

Pangeran Kuluk: (Masuk membawa anjing kecilnya) Wahai putri Jepun yang tercinta. Pilihlah saya. Sebab saya bisa memerintahkan kuluk ini untuk berbuat apa saja. Kuluk pergi ke pasar..

(Kuluknya bawa payung keliling panggung). Penonton berseru, Huuuuu… Turun. Turun..
Pangeran Kuluk pun turun panggung.

Juri: Baiklah, sekarang kita saksikan peserta kedua, Tuan Takur Juragan Kasuuuur..

Juragan kasur: (Masuk bawa kasur lalu baca puisi). Oh, putri Jepun. Tubuhmu sungguh tambun. Membuat hatiku tertegun. Ooooh, Putri Jepun. Wajahmu lembut seperti sabun. Hatiku pun seperti tersiram embun.. Ooooooh, putri Jepun nan subur. Aku ini juragan kasur yang termashur. Maka, pilih saja aku sebagai teman tidur. Kalau tidak, maka aku pilih kabuuur..

Juri: Sudah, sudah. Sekarang kita sambut peserta ketiga, Pemulung Kata-kata…

Pemulung kata-kata: Putri Jepun nan anggun.. Perkenalkan. Saya pemulung sampah. Meski tampang saya jelek, namun saya bisa menyelamatkan hidup seluruh umat manusia.

Putri: Kok bisa?

Pemulung: Saya membersihkan sampah plastik tiap hari. Mengambil sisa-sisa orang lain untuk saya daur ulang. Karena saya ambil, maka sampah plastik itu tidak mencemari bumi. Kalau semua orang seperti saya, maka tidak akan ada banjir.

Juri: Kok bisa?

Pemulung: Tentu saja bisa. Kalau tidak ada sampah menumpuk di kali, maka air akan lancar mengalir. Tidak ada air yang akan membanjiri rumah-rumah kita. Dunia pun akan selamat dan kita pun bisa dapat banyak uang.

Rakyat: waaaah, uaaaaang.. Kok bisa?

Pemulung: Ya, tentu saja bisa. Saya daur ulang sampah-sampah itu lalu saya jual. Maka, wahai putri Jepun. Pilihlah saya saja untuk jadi pangeranmu.

Raja: Dererem dererem. Aku pilih pemulung saja.

Putri: Oh, pemulung. Aku mau memilihmu saja. [Kau begitu sempurna dari Andra & The Back Bone]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: