Petualangan Kesatria Semut Mencari ARV

Ini naskah yang dimainkan NakNik Community di acaranya kakak-kakak pecandu narkoba. Yang bikin Om Anton.

Di sebuah kerajaan bernama Subak Dalem, tinggallah jutaan umat semut yang hidup berbahagia. Anak-anak sedang beraktivitas aneka rupa. Semua bergembira. Ada yang sibuk berbicara dengan temannya, ada yang menyopir, ada ngangkut beras, ada yang ngisi bensin, ada yang mengetik, ada yang main kejar-kejaran.

Kerajaan Subak Dalem juga hidup berdampingan dengan tuan rumahnya seorang manusia bernama Agus. Agus adalah mantan pecandu narkoba yang terinfeksi HIV. Sakitnya makin parah karena ia tidak minum antiretrovial. Ratu semut  Subak Dalem membantunya mencari ARV itu.

Semua anak: Hallo, kami semua warga Kerajaan Subak Dalem. Apa kabar?

Agus: (sedang sakit, menggigil dan muntah-muntah) Aduh, rasanya aku tidak bisa bertahan hidup. Virus ini akan membunuhku. Apa dayaku?

Ratu semut: Agus, aku dengar ada obat yang bisa membuatmu lebih sehat. Kamu bisa memperkuat tentara pertahanan tubuhmu lagi. Aku akan membantumu  mencari ARV

Ratu pun memanggil dua ksatria semut hitam. Ksatria berambut hitam bernama Rismon dan ksatria berkulit hitam bernama Jemon.

Rismon dan Jemon: Baginda Agustina, ada apa gerangan baginda memanggil kami?

Ratu: Rismon dan Jemon ksatria semut hitam, sahabat kita Agus si manusia tengah tak berdaya. Dia butuh ARV tapi tempatnya jauh sekali, sementra si Agus tak punya sanak saudara. Apa kalian bersedia mencarinya?

rismon: Wah, ARV kan dijaga nenek sihir dan kawanan gagak, Ratu. Bagaimana kita melawannya?

Ratu: Tapi kita harus berani melawannya. Kalian bersedia?

Rismon dan Jemon: Baik, Baginda. Mohon doa restunya.

Ratu: Baiklah. Aku beri kalian sangu secukupnya, kalau kurang nanti aku kirim lagi uangnya lewat SMS.

Jemon dan Rismon: Matur suksma, Baginda. Tiang mepamit malu..

Perjalanan dua ksatria semut hitam pun segera dimulai. Bagaimana perjalanan mereka? Perjalanan mereka tidak mudah. Mereka harus naik bukit, menyeberang sungai, hingga mengarungi Padang Galak, eh, padang pasir.. Dua ksatria bisa melewati semua rintangan. Namun cobaan paling berat datang ketika mereka melewati Pasar Satria. Sebab di sana ada penunggunya, nenek sihir bernama Tata Lampir. Nenek sihir masuk. Resmon dan Jemon lari ketakutan.

Nenek sihir: Hi.hi.hi.hi.. Siapa kalian makhluk hitam yang melewati pasar ini? Jangan ganggu ketenangan kami.

Resmon: Maaf, nenek sihir. Kami hanya bermaksud lewat. Kami harus mencari ARV untuk teman kami. Mohon izinkan kami untuk lewat.

Nenek sihir: Tidak boleh! Enak saja lewat seenak udelmu. Kalian boleh lewat asal kalian bayar karcis.

Jemon: Yee, memangnya ini nenek sihir apa tukang parkir? Kami tidak punya uang untuk bayar karcis, nenek sihir.

Nenek sihir: [berteriak marah] Terserah!!. Pokoknya kalian boleh lewat kalau bayar. Hihihi..

Jemon dan Resmon bisik-bisik. Lalu mereka bayar uang pada nenek sihir. Nenek sihir memberikan karcis.

Nenek sihir: Ya, sekarang kalian boleh lewat.

Jemon dan Resmon: Dada.. [lalu meneruskan perjalanan dan keluar panggung]

Nenek sihir: Hi.hi.hi, akhirnya aku dapat uang. [dia melihat uang itu untuk memeriksa. Dia kaget]. Kurang ajar! Ternyata uangnya palsu. Awas kalian berdua. Aku aku cari lagi sampai mati..

Perjalanan dua kstria mencari ARV terus berlanjut. Mereka terus mencari ke mana-mana, namun pantai Semawang tidak juga mereka temukan. Dalam putus asa, mereka diam.

Jemon: Aduh, kok kita tidak juga sampai ya.

Rismon: Sabar Jemon. Rasanya kita sudah hampir sampai.

Rismon: apa kamu ARV si penghamabat virus HIV itu?

ARV: iya, bisa saya bantu, nona semut?

Jemon dan Resmon: [berteriak kegirangan] Horeeee, kita sudah sampai. [Jemon goyang-goyang saking senangnya]

Resmon: Baiklah, ARV. Kami ke sini untuk membawa kalian ke negara kami.

ARV: [berteriak barengan] Tidak mauuuuu…

Jemon dan Resmon berlari mengejar ARV. Mereka berkejaran pelan-pelan hingga ARV tertangkap. Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan Subak Dalem.

Rismon: [menelpon ratu] Halo, dengan Ratu.

Suara di seberang: Betul. Ini siapa ya?

Rismon: Ini Jemon dan Resmon, Ratu.

Suara di seberang: Jemon dan Resmon siapa ya?

Rismon: Lho, ini ratu Agustina kan?

Suara di seberang: Wah, salah sambung. Ini Ratu Maia dan Mulan. Tapi Mulan sudah keluar..

Rismon: Oooh, maaf ya kalau gitu. Berarti salah sambung.

Jemon dan Resmon melanjutkan perjalanan. Namun di tengah jalan, mereka diganggu burung gagak yang ngiler melihat ARV yang mereka bawa.

Gagak: Ha.ha.ha. Berikan ARV itu padaku. Aku akan jual untuk daging segar. Kalau tidak maka aku laporkan kalian ke pecalang agar ditangkap.

Jemon: Enak aja! Kami sudah bekerja keras, sekarang tiba-tiba kamu mau minta ARV kami.

Resmon: Ya, betul. Kalau mau makan dan hidup enak, kamu harus kerja keras. Jangan hanya iri dengan punya orang lain.

Gagak: Ah, aku tidak butuh nasehat kalian. Aku butuh ARV itu.

Jemon: Tidak boleh!

Resmon: Kalau gitu silakan rebut ARV ini dari kami.

Gagak di depan menghadapi Jemon dan Resmon yang menjaga ARV. Gagak berusaha merebut ARV.

Gagak: Aduh, aku capek. Kalau begitu aku biarkan kalian pergi. Tapi, awas aku akan kembali mencari kalian..

Jemon dan Resmon melanjutkan perjalanan. Mereka melewati kembali aral melintang di depan. Hingga sampailah mereka di kerajaan Subak Dalem. Namun ketika mereka baru mau masuk kerajaan, tiba-tiba, datanglah tata lampir dan gagak.

Nenek sihir: Hi.hi.hi. kita ketemu kembali. Karena kalian sudah menipuku dengan memberi uang palsu, maka aku kembali padamu. Kini waktunya balas dendam.

Gagak: Ha.ha.ha. Betul, kalian kemarin sudah mengalahkan kami. Maka, kini kami bersatu untuk menghadapi kalian.

Gagak dan nenek sihir: Ya, kami sekarang berkoalisi.

Rismon: Gagak dan nenek sihir, kalian jangan rakus. Kami sudah berjuang keras untuk mencari ARV ini, kenapa kalian mau merebut seenak hati.

Nenek sihir: Tidak, kami sudah capek berperang. Kita hompimpa saja.

Rismon: Baiklah..

Mereka pun suit berkali-kali. Tapi gagak dan nenek sihir kalah terus.

Rismon: Gagak dan nenek jelek, sadarlah bahwa kalian sudah kalah. Maka biarkan kami lewat untuk memberikan ARV ini pada raja kami.

Gagak: [menangis] baiklah dua ksatria semut hitam. Aku mengaku kalah. Kami tidak akan mengganggu kalian lagi. Ampurayang. Tiang pamit malu.

Jemon: Ya, silakan pergi. Kalian memang tidak punya malu.

Akhirnya, sampailah dua ksatria di istana ratu.

Ratu: Ksatria Semut Hitam, aku sungguh bangga dengan kalian. Terima kasih sudah berjuang keras mendapatkan ARV ini. Agus pasti tertolong. Kalau dia tidak mau minum obat atau tidak tepat waktu, kalian tahu apa yang akan kita lakukan?

Jemon-resmon: Menggigit pantatnya…….

Ratu: haha…haa…aku gigit bibirnya. Hehe….

-The end-

1 Response so far »

  1. 1

    widari said,

    Nak-nik…kapan main teater lagi….
    inget undang ya….
    tetep semangat!!!!

    salam hangat


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: