Asap Dilarang Masuk

Mei Rismawati
Kelas VII SMP PGRI 9 Denpasar

Di suatu sore, ada tetanggaku yang membuang sampah dan membakar sampah itu di samping rumahku. Asap dari pembakaran sampah itu masuk dan menggepul dalam rumah.

Tiba-tiba aku dan orang-orang yang ada didalam rumah batuk-batuk. Ibu dan bapakku marah-marah, terusss… ibuku bilang kayak gini: ” Sialan tuh orang nggak ngerti apa kalo ini udah sore! Kalo mau bakar sampah itu pagi-pagi donk!!! Kan asapnya jadi nggak masuk kedalam rumah”.

Lalu minggu depannya bapakku ngambil tripleks bekas ama kayu bekas, abis itu dipaku ama bapakku. Teruusss… kayu ama tripleks yang udah dipaku itu ditancapin ditempat orang buang sampah and bakar sampah. Di tripleks itu bapakku menulis sebuah kata,”DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI, MOHON DIMENGERTI”.

Setelah selesai membuat papan peringatan seorang ibu-ibu datang kerumahku dan bertanya ama bapakku, ”Pak siapa yang buat tulisan ini?” Lalu bapakku menjawab:” saya bu!!!Memangnya kenapa bu!!! Ada yang salah ya!!!! Ohh…. enggak pak, malah bagus lagi, jadinya enggak ada yang buang sampah lagi!!! kata si Ibu.

Berminggu-minggu lamanya tak ada orang yang membuang sampah disana, hingga truk sampah pun datang ke gang V. Sekarang banyak orang yang membuang sampah ditruk itu, namun ada juga beberapa tetanggaku yang tidak membuang sampah disana.

Jadi sekarang tidak ada lagi yang membuang sampah disamping rumahku dan pemandangan jorok pun sudah mengurang. Kalau pun ada orang yang membuang sampah disana, itu namanya “ Orang yang enggak punya OTAK and PIKIRAN”.

Say your words